Harimau Resahkan Warga dan Petani, Pemprov Sumsel Diminta Bersikap

Palembang, IDN Times - Buntut munculnya serangan harimau di wilayah Kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muaraenim, Sumsel, membuat warga takut untuk melakukan aktivitas di luar rumah dan petani juga sudah tak mau berkebun.
Hal itu disampaikan Anggota DPRD Sumsel, Budiarto Marsul, dihadapan Gubernur Sumsel Herman Deru, pada Rapat Paripurna di Gedung DPRD Sumse, Jumat (13/12).
"Semuanya saat ini ketakutan dan mencekam. Kebun, sawah, ladang sudah ditinggalkan masyarakat, mereka takut beraktivitas. Hal ini tentu mengganggu ekonomi," ujar dia Budiarto.
1. DPRD minta Pemprov Sumsel cepat tanggap menyikapi serangan harimau

Menyikapi hal ini, Budiarto mengatakan, kondisi ini menjadi catatan bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel untuk cepat tanggap, agar masyarakat dapat kembali tenang dan bisa beraktivitas kembali seperti sediakala.
"Rata-rata yang diterkam harimau ini adalah petani, kita harap ada kepedulian dari pemerintah provinsi karena statusnya sudah mengkhawatirkan. Pemprov beserta TNI dan Polri dapat turun tangan," kata politisi Partai Gerindra itu.
Total hingga hari ini ,ada 3 korban tewas yang dimangsa Harimau Sumatera. Kejadian pertama di Pulau Panas, Kecamatan kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat, dengan korban atas nama Wanto (57), pada 17 November 2019.
Lalu di Tebat Benawa, Dempo Selatan, Kota Pagaralam yang membuat Yudiansyah Herianto (40) meninggal dunia, juga terjadi pada awal Desember kemarin. Kejadian terbaru terjadi diperbatasan Lahat dan Muara Enim kemarin, 12 Desember 2019 membuat Mustadi (50) tewas di tempat usai diterkam.
2. Kemunculan harimau di Sumsel disebabkan dua faktor

Sementara, Gubernur Sumsel, Herman Deru menuturkan, sudah membawa kasus ini ke Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya beberapa waktu lalu. Dari diskusi tersebut, ternyata memang fenomena ini menjadi perhatian penuh kedua pihak.
"Kita tidak tinggal diam, di informasikan ada 7 ekor Harimau Sumatera yang berkeliaran, itu jawaban ibu menteri. Harimau tidak pernah keluar dari habitat, dia tetap di sana, hanya saja ada beberapa oknum yang berkebun di habitatnya itu. Kedua ada fenomena alam, dari informasi lapangan, ada interaksi ada proses geotermal yang terjadi," jelas dia.
3. Kembalikan kepercayaan masyarakat, Gubernur Sumsel akan datangi lokasi serangan harimau

Deru juga melanjutkan, pihaknya akan langsung meninjau lokasi tempat kemunculan harimau, untuk berembuk sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat di tiga kabupaten tersebut.
"Kita akan bersama ke sana, mungkin anggota DPRD dari, Pagaralam, Lahat juga ingin meninjau. Kita lakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat agar dapat kembali ke sana. Tentu, saat ini masih menanti hasil laporan dari pihak kepolisan juga, karena ada pula petilasan jejak harimau yang dibuat oleh manusia," tandas dia.
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App, unduh di sini
http://onelink.to/s2mwkb
