Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Hujan Mulai Basahi Palembang, Dinkes Tetap Imbau Sekolah Bebas Asap

Palembang, IDN Times - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang, dr Letizia mengatakan, walau cuaca di Palembang dalam seminggu ke depan diperkirakan hujan, namun tiap lingkungan sekolah harus tetap mempersiapkan perlengkapan antisipasi aman asap.

"Disdik kota sudah mengupayakan meliburkan anak sekolah, karena memang asap beberapa hari kemarin sudah sangat tidak sehat dan membahayakan pernapasan. Kami dari Dinkes Palembang meminta, kalau bisa tiap sekolah menerapkan perlengkapan aman asap. Walau sepertinya dalam awal Oktober prakiraan cuaca sudah memasuki musim hujan," katanya kepada IDN Times, Rabu (25/9).

1. Meminta sekolah untuk menerapkan PHBS

IDN Times/Feny Maulia Agustin
IDN Times/Feny Maulia Agustin

Letizia mengungkapkan, hal itu bukan karena lagi dilanda kabut asap saja, tapi memang sebaiknya tiap sekolah di Palembang mesti menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) karena penyakit rentan menular di lingkungan kotor.

"Beberapa sekolah di pinggiran kota sedikit kurang bersih, meskipun berada di sana (pinggiran kota) harusnya tetap menjaga kebersihan," ungkap dia.

2. Ruangan kelas sekolah harus memiliki fasilitas aman asap

Kondisi kabut asap di Palembang 21 Oktober 2019 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kondisi kabut asap di Palembang 21 Oktober 2019 (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Letizia melanjutkan, memang kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), membuat kualitas udara di Palembang beberapa kali berada di level berbahaya. Makanya, sekolah harus memiliki ruangan kelas dengan fasilitas aman asap.

"Perlakuan sekolah aman asap contohnya mengantisipasi asap masuk ke dalam ruangan. Seperti menyiapkan dakron. Dakron digunakan untuk menyaring udara tercemar asap, dengan cara menutup ventilasi kelas dengan busa dakron itu. Sebelumnya tapi harus lembab, dan dibasahi semprotan air secara berkala," ujar dia.

3. Menyiapkan akuarium untuk mengurangi CO2

(Ilustrasi aktivitas di sekolah) IDN Times/Feny Maulia Agustin
(Ilustrasi aktivitas di sekolah) IDN Times/Feny Maulia Agustin

Tidak sekadar untuk jadi penghias ruangan, Letizia menjelaskan, akan lebih baik kalau adanya akuarium di dalam ruangan, karena  dapat membantu mengurangi karbon dioksida (CO2).

"Akuarium membantu sedikit kelembapan suhu, dengan bantuan ganggang yang diberi dalam akuarium. Kemudian sebaiknya menaruh ultraviolet juga sebagai bantuan proses fotosintesis," jelas dia.

"Selain itu, setiap kelas harus memiliki pot tanaman. Karena dari tanaman dapat menambah oksigen dan menyerap karbon dioksida. Tanaman ditaruh di kelas, rekomen tanaman baik yang mudah dan cocok di kelas seperti lidah buaya, lili paris, sirih gading dan suplir," sambung dia.

4. Disdik setuju dengan imbauan Dinkes Palembang

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Zulinto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Zulinto (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Menanggapi anjuran dinkes Palembang, Kepala Dinas Pendidikan Palembang, Zulinto,  menyambut baik imbauan tersebut.

"Namanya taman, dimana pun kita selalu menganjurkan penghijauan. Kalau pihak sekolah tidak mampu memiliki perlengkapan aman asap, bisa berdiskusi dengan kami," tandas dia.

Share
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Palembang Menyelenggarakan Kompetisi Bertema Budaya Nusantara

23 Jan 2026, 12:37 WIBNews