Kecam Sikap Represif Polisi, HMI Palembang Laporkan Pelaku Pemukulan

Palembang, IDN Times - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Palembang mengecam tindakan represif aparat kepolisian, yang mengakibatkan banyaknya mahasiswa dilarikan ke rumah sakit, pasca-bentrok pada aksi unjuk rasa mahasiswa se-Sumsel di depan Kantor DPRD Sumsel, 24 September lalu.
"Bentrok menyebabkan mahasiswa berjatuhan ada yang luka-luka, sesak napas, dilarikan ke rumah sakit," ujar Ketua Umum HMI Cabang Palembang, Eko Hendiyono, di Seketariat HMI jalan Brigjen H.M Dhanie Efendy, Palembang, Selasa (1/10).
1. Sebanyak 13 kader HMI terluka dalam aksi 24 september

Eko mengungkapkan, dari data HMI ada 13 kader mereka yang menjadi korban dan harus dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani Palembang, lantaran mengalami tindakan kekerasan. Salah satunya Suparman (20), yang mengalami luka robek akibat benturan di bibir, mata dan kepala akibat benturan saat bentrokan.
"Suparman langsung dilarikan ke rumah sakit, karena ada luka di bibir tiga jahitan dan matanya sebelah kanan, hingga saat ini masih sulit melihat, kepala benjol serta tangan mengalami lecet," ungkap dia.
Selain itu, sambung Eko, video penyiksaan kader HMI atas nama Suparman, muncul dan viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan bagaimana kader HMI disiksa orang berpakaian preman yang tidak diketahui dari mana. Tidak hanya Suparman, 13 orang lainnya juga mengalami cedera akibat bentrok tersebut. Tidak sedikit, kader perempuan yang ikut menjadi korban dalam aksi 24 September lalu.
"Terdata di kami ada 13 kader mengalami luka-luka, baik lecet, sesak napas akibat gas air mata dan lecet. Selain itu masih banyak kader terluka yang belum terdata hingga hari ini," jelas dia.
2. 3 orang tidak dikenal pukuli mahasiswa

Eko mengatakan, menyebarnya video penyiksaan tersebut, menjadi bukti kuat bagi pimpinan HMI Palembang untuk melaporkan dugaan penyiksaan ke Polda Sumsel. Karena, tindakan itu harus segera di proses agar tidak membuat mahasiswa menjadi takut.
"Kita punya video bukti dia (Suparman) dipukuli tepat di depan pintu pagar gedung DPRD Sumsel. Untuk pelaku, sejauh ini kita masih belum tahu, kami harap setelah dilaporkan ke Polda Sumsel ada penyelesaian di kasus ini," kata dia.
Pihak HMI Palembang belum mau berspekulasi tentang siapa orang di balik aksi penyiksaan terhadap kader HMI tersebut. "Ada orang berpakaian bebas memukuli kader HMI Palembang, sehingga kami menjadikan video bukti itu untuk dilaporkan. Sejauh ini di video ada 3 orang," jelas dia.
3. Aksi represif Polisi timbulkan efek trauma mahasiswa

Dengan jatuhnya korban dalam aksi unjuk rasa kemarin, jelas Eko, banyak membuat mahasiswa was-was. Hal itu memberi rasa traumatis bagi mahasiswa yang tadinya akan melakukan aksi damai. Dari konsolidasi dengan Aliansi Sumsel Melawan beberapa waktu lalu, rasa traumatis tersebut sangat berpengaruh bagi aksi-aksi lanjutan.
"Tentu ini menjadi kekecewaan mahasiswa, karena kami yang tujuannya aksi damai mendapat tindakan represif aparat. Hal itu sedikit berefek untuk aksi hari ini, teman mahasiswa banyak kapok," keluh dia.
4. Polda benarkan ada laporan

Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi, membenarkan laporan tersebut. Dirinya mengungkapkan, bahwa nantinya laporan tersebut akan di proses karena sedang dilakukan penyelidikan.
"Ya kalau menerima laporan iya, kita periksa si pelapor," tandas dia.
