Eko mengungkapkan, dari data HMI ada 13 kader mereka yang menjadi korban dan harus dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani Palembang, lantaran mengalami tindakan kekerasan. Salah satunya Suparman (20), yang mengalami luka robek akibat benturan di bibir, mata dan kepala akibat benturan saat bentrokan.
"Suparman langsung dilarikan ke rumah sakit, karena ada luka di bibir tiga jahitan dan matanya sebelah kanan, hingga saat ini masih sulit melihat, kepala benjol serta tangan mengalami lecet," ungkap dia.
Selain itu, sambung Eko, video penyiksaan kader HMI atas nama Suparman, muncul dan viral di media sosial. Video tersebut menunjukkan bagaimana kader HMI disiksa orang berpakaian preman yang tidak diketahui dari mana. Tidak hanya Suparman, 13 orang lainnya juga mengalami cedera akibat bentrok tersebut. Tidak sedikit, kader perempuan yang ikut menjadi korban dalam aksi 24 September lalu.
"Terdata di kami ada 13 kader mengalami luka-luka, baik lecet, sesak napas akibat gas air mata dan lecet. Selain itu masih banyak kader terluka yang belum terdata hingga hari ini," jelas dia.