IDN Times/Feny Maulia Agustin
Aksi unjuk rasa terkait kabut asap itu dimulai pada pukul 13:00 WIB dari Kantor DPRD Sumsel, kemudian longmarch menuju Kantor Gubernur Sumsel pada pukul 13:30 WIB.
Nah, kericuhan tersebut bermula ketika Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya, yang langsung meninggalkan kerumunan mahasiswa sesuai memberikan sambutannya.
"Tolong kalau kalian punya adat dan etika jangan potong perkataan saya," tegas Mawardi, sembari pergi dari area aksi mahasiswa dan menuju ke kantor.
Saat Mawardi berjalan ke dalam itulah, mahasiswa mencoba menerobos masuk, tat kala Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan ingin naik podium.
Seketika Mawardi berjalan ke dalam, mahasiswa pun menerobos masuk waktu Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan ingin naik podium. Aksi lempar botol pun dimulai hingga saling lawan antar mahasiswa dan pihak berwajib.
"TNI Polri dengan segala keterbatasan tetap turun ke lapangan untuk memadamkan api karhutla. Kami harus meninggalkan istri dan anak untuk melaksanakan tugas berat itu. Jangan kalian kira pekerjaan memadamkan api mudah," ujar Wakapolda Brigjen Pol Rudi Setiawan.
"Kita sama-sama dirugikan gara-gara asap itu. Untuk penegakkan hukum kami sudah menetapkan 23 tersangka dan korporasi, saat ini diperiksa dan bakal menjadi TSK. Tapi itu butuh proses, tak bisa dipercepat. Solusi yang bisa dilakukan yakni menghilangkan kebiasaan buruk yg dapat memicu api di lahan kosong baik masyarakat umum maupun mahasiswa sendiri," tandasnya.