Heli water bombing lakukan pemadaman karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Melihat kondisi asap yang begitu parah tadi pagi, Herman Deru langsung mengadakan pertemuan dengan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Irwan bersama Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli Bahuri. Dalam pertemuan tersebut Deru mengungkapkan, bahwa proses pemanfaatan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) tidak berpengaruh terhadap terciptanya hujan.
"Kita tidak berhenti melakukan pemadaman, water bombing dikerahkan. Pangdam cerita, bahkan dia ikut dalam pembuatan TMC, tidak ada bibit air, 800 kilogram garam ditumpahkan, tetapi tidak ada bibitnya. Hujan hanya mengecer di tempat yang ada bibit air," ungkap Deru.
Herman Deru juga saat ini masih menunggu laporan, terhadap penyebab munculnya asap tebal hari ini. Karena, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel lagi berada di Pampangan (OKI), untuk memastikan kondisi saat ini. Kemudian, BPBD dan Danrem juga sedang melakukan pemantauan ke lokasi melalui udara.
"Laporan hotspot berapa hari terakhir biasa saja, cuma ada fluktuasi. Hotspot dan firespot kita bedakan, untuk memastikan keduanya kita sudah turunkan tim, namun saya belum mendapatkan hasilnya, kemungkinan malam," jelas dia.