Herman Deru Minta Bapomi Sumsel Perbaiki Peringkat pada POMNAS 2019

Palembang, IDN Times -Gubernur Sumsel, Herman Deru mengingatkan, kepada seluruh atlet mahasiswa yang tergabung dalam Kontingen Sumsel pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XVI September 2019, untuk menunjukkan peningkatan prestasi.
Menurut Herman Deru, seluruh atlet Sumsel harus memfokuskan diri untuk mengejar ketertinggalan rangking dengan provinsi lain di Indonesia.
"Kita rangking 13 di tahun 2017, pada POMNAS 2019 ini saya minta mereka (atlet) harus ada peningkatan prestasi. Dari pemprov sendiri coba membantu memfasilitasi kebutuhan atlet, paling tidak untuk cabor yang diandalkan fokus peningkatan itu," katanya di Griya Agung, Selasa (27/8).
1. Persyaratan atlet POMNAS harus berusia 23 tahun

Herman Deru mengatakan, untuk atlet yang akan ikut bertanding tolong perhatikan batas umur. Karena POMNAS ini hanya melibatkan atlet dengan batasan usia 23 tahun dan tidak berlaku untuk mahasiswa baru.
"Untuk meningkatkan prestasi atlet, kita akan bantu fasilitas apa saja yang dibutuhkan Bapomi Sumsel, agar para atlet bisa meraih hasil terbaik pada POMNAS di Jakarta pada tanggal 16-19 September 2019 mendatang," tegasnya.
2. Atlet diimbau jaga nama baik Sumsel dengan dulang prestasi

Tak lupa, Herman Deru mengimbau, kepada seluruh atlet untuk menjaga nama baik Sumsel saat berhadapan dengan provinsi lain.
"Sumsel sejauh ini dikenal sebagai provinsi yang sukses mencetak prestasi olahraga, sekaligus sebagai tuan rumah baik tingkat nasional maupun tingkat International," ujarnya.
"Maka itu, sebaiknya para atlet kita yang lahir dari kampus-kampus ini, diharapkan dapat mendulang prestasi, dan tidak meninggalkan kesan buruk di waktu akan bertanding nanti," sambungnya.
3. Selain Catur, Bapomi Sumsel unggulkan cabor atletik dan pencak silat

Sementara, Ketua Bapomi Sumsel, Zulkarnain menyatakan, dari semua cabor yang dipertandingkan, cabor catur yang paling ditargetkan untuk bisa mencetak prestasi.
"Atlet kita ada yang dari SEA Games kemarin, kemudian Asian Games. Tapi Pak Gubernur minta untuk menyepakati atlet sampai 23 tahun saja, dengan keputusan kelahiran bulan Desember tahun 1996," katanya.
"Ada 16 cabor yang bakal dipertandingkan, nah yang diunggulkan itu catur, karena seluruh atletnya itu banyak meraih prestasi di PON. Tapi, selain itu ada atletik dan pencak silat, kalau target pastilah yang terbaik juara dengan medali," jelasnya.
4. Anggaran Bapomi Sumsel masih terbatas

Zulkarnain menuturkan, untuk dapat menambah prestasi harus seiring dengan anggaran yang cukup. Apalagi, Gubernur Sumsel sudah menyarankan untuk mencari dana swadaya dari badan usaha
"Ini juga lagi diupayakan. Harapannya, kebutuhan dana anggaran ini bisa melekat dengan aturan-aturan yang sesuai untuk perguruan tinggi. Permasalahan anggaran ini juga tidak bisa dengan solusi CSR saja, baiknya teranggarkan, misal di Dispora seperti provinsi lain. Agar gairah olahraga itu muncul kembali seperti adanya lagi POMDA untuk menunjang peningkatan prestasi," tandasnya.

















